Salju

Jumat, 17 Agustus 2012

KEMERDEKAAN ! '17 AGUSTUS 1945'

Ini hari dimana kemerdekaan telah nyata 
hari saat kebebasan menjadi milik kita 
kini kita bisa tertawa, kita bisa ceria dan bahagia 
karna negri kita telah merdeka... 
demi jiwa raga segenap pahlawan negri kami berjanji 
kemerdekaan ini tidak akan sia-sia 
semangat juang pahlawan sudah terpatri di sanubari kami 
jadi semangat yang mengorbankan jiwa raga kami 
untuk belajar dan bekerja demi ibu pertiwi 
kami anak-anak indonesia tidak akan berhenti sampai disini 
kami akan teruskan perjuangan untuk membangun negri ini 
untuk menjayakan bangsa ini dan bersatu sebagai pemuda penerus kemerdekaan 
karna kami putra-putri ibu pertiwi 
takkan berhenti meneruskan kemerdekaan ini...

 #Copas dari Sinetron YMDU-RCTI. Puisi Sam (pangeran kecebong) untuk Tiara (putri kodok)..:)

Selasa, 05 Juni 2012

Menjelang 'Final Test'

Mulai memasuki musim 'Final Test', perlu mengumpulkan bahan dari teman teman buat dijadiin bahan bacaan buat ngehadapin 'Final Test' nanti, biar gak jadi jaga lalat ntar pas 'Final Test' di gelar, kalo gak dapat bahan dari teman teman, ya dari siapa lagi dunk yah, he...
yang lain gak ada yang punya inisiatif sih buat ngumpulin, mending aku aja yang ngumpulin bahannya, ya kan..
syukurnya teman teman masih punya punya tingkat solidaritas yang tinggi, hhii...
'Final Test' kali ini usahakan bisa lebih baik dari 'Final Test' yang kemaren yah, kalo gak bisa lebih tinggi juga yaa usahakan sama lah nilainya sama 'Final Test' yang kemaren, tapi pesimis nih, hhuu...nilainya bakalan sama atau lebih tinggi dari 'Final Test' kemaren, habisnya semester pertama kuliah semangat, cuman ini gak semangat lagi. banyak masalah juga faktor yang jadi penyebab utamanya. pertanyaannya sekarang, apa aku bisa semangat kayak dulu lagi ngejalanin 'Final Test'nya gitu loo ??!!...
Tapi gak boleh nyerah duluan sebelum berperang kata pepatah deh kayaknya ntu, he..
Semangat Riska, you must be a spirit, hidup itu harus semangat...ya ya ya..berikan senyuman untuk diri sendiri...:)

Selasa, 08 Mei 2012

Kesederhanaan"

          Hidup, yaa kita hidup. kita hidup di dunia ini dimuka bumi ini tidak sendirian, kita punya mereka, dan mereka juga punya kita, artinya dalam hidup itu kita saling membutuhkan satu sama lainnya. jangan sesekali berfikir bahwa kita ini hidup sendirian, sendirian, dan sendirian. karna orang yang menganggap dirinya sendirian adalah orang yang pecundang. pecundang akan semua hal apapun. kita hidup di dunia ini tidak dituntut untuk menjadi sempurna, menjdai yang paling baik. karena menjadi sederhana itu saja sudah cukup untuk modal hidup di dunia ini. sudah cukup untuk memerangi dan bertempur dengan dunia ini. karena dunia tidak akan pernah menyalahkan kita apabila kita sederhana, siapa yang mau menyalahkan !sebenarnya menjdai sederhana itu, istimewa kali, #kayak cherrybelle aja nih lama lama. yang dibutuhkan orang yang sederhana hanya cukup 3 hal saja: 1. Tawakkal, 2. Ihklas, dan 3. Sabar. ingat itu dan kecamkan itu dengan baik. orang yang sederhana ialah orang yang mersa cukup akan satu hal, dan tidak menginkan hal lain untuk kesempurnaannya.

Rabu, 25 April 2012

Dear Diary (Berbagi Pengalaman)


Hari ini, aku menabrakan mobilku ke pagar rumahku sendiri, sungguh tragis, baru kali ini mengalami hal seperti itu. mungkin bagi sebagian orang lain itu hal biasa, tapi tidak dengan aku, aku shock 'oh my god' sulit diduga dan tak terkira. mungkin masih bisa dimaklumi ya karena aku masih bisa dikatakan pemula, walaupun uda punya mobil lama lah satu bulan itu cukup bagiku ku katakan lama. orang lain mungkin bergumam dalam hati, apa sih susahnya menyetir, menyetir itu gampang kali. yaa yaa yaa, bicara memang gampang, tapi nyatanya melaksanakannya tidak semudah membalikkan telapak tangan kali ya...

satu pelajaran yang dapat ku petik lagi. sebenarnyabukan hanya satu kali ini saja, sudah sering ku tertabrak ini itu lah. tapi kata orang kalo gak kayak gitu gak bakalan bisa, justru karna itu kita jadi bisa berhati hati karna kita sudah mengalaminya. aku sedikit frustasi sebenarnya, semacam tak ingin lagi mengendarainya, tapi kalau bukan aku ya siapa lagi, bapa ku sakit tidak bisa mengendarai mobil, ibuku juga tidak berani, sementara adikku hanya anak ingusan, dia belum cukup umur untuk kusuruh mengendarai mobil yang kubilang itu besar sangat. dan aku anak pertama aku hanya punya adik tak punya kaka, jadi siapa lagi coba kalu buka ya aku. sudah jadi resiko buat aku, yang minta mobil aku, yang pengen nyetir ya aku, jadi itu sudah kewajibanku kurasa begitu..
motto kali ini 'jadikan pelajaran disetiap kejadian, motivasi diri sendiri itu perlu sebelum orang lain yang memotivasi kita' 

Senin, 30 Januari 2012

Lirik lagu

Nikita Willy feat Oscar Mahendra - Pantas Untukku

Tak pernah terbayangkan

Merasakan sebuah getaran baru

Dan tak akan kuinginkan merasuki

Ikatan yang tlah sejalan

Tapi maafkan yang kali ini


Aku tau kamu yang lebih dulu

Tapi ku juga mau dekat sepertimu

Dekat dekat dengannya karna ku juga suka

Sama dirinya yang belum bersama

Siapa siapa….


Ternyata kau tak suka dengan

Semua gaya dan tingkah lakumu

Mestinya kau relakan dirinya

Memang hanya pantas untukku

Pergi saja jangan ganggu lagi


Aku tau kamu yang lebih dulu

Tapi ku juga mau dekat sepertimu

Dekat dekat dengannya karna ku juga suka

Sama dirinya yang belum bersama

Siapa siapa….


Aku tau kamu yang lebih dulu

Tapi ku juga mau dekat sepertimu

Dekat dekat dengannya karna ku juga suka

Sama dirinya yang belum bersama


Aku tau kamu yang lebih dulu

Tapi ku juga mau dekat sepertimu

Dekat dekat dengannya karna ku juga suka

Sama dirinya yang belum bersama


Aku tau (kau pun tau)

Kamu yang lebih dulu (lebih dulu)

Dekat dengannya ohhh….

Siapa siapa…

Sekelumit Kecil Cerita dari Jalanan


“Dia tidak ingin hidup seperti ini, namun apa daya takdirnya begini”.
“Dia tidak ingin mengemis, karena dia tahu dia masih mampu mengais”.
Mungkin kalimat di atas terasa begitu kasar maknanya, namun itulah kenyataan kondisi anak jalanan. Hampir setiap hari terlihat anak jalanan mengamen di jalan-jalan, dari yang baik-baik meminta duit dari para pendengarnya hingga yang dengan kasar dan meminta duit sambil memegang sebuah silet tajam. Betapa beratnya kehidupan seorang anak jalanan, mereka sudah harus merasakan kerasnya hidup. Bukan hanya karena polusi udara dan resiko tertabrak angkot saja, tapi jalanan mempunyai aturan sendiri yang sangat keras. Bagi kita, mungkin sangat tidak manusiawi. Tapi itulah jalanan. Mereka tidak sekolah, tidur di kolong-kolong jembatan, mencari uang di jalanan, dan makan apa adanya. Diusia yang sangat dini, mereka berusaha mencari nafkah sendiri agar bisa tetap bertahan dari kerasnya kehidupan yang mereka hadapi, hanya satu yang mereka takutkan yaitu Satpol PP, Satpol PP yang lebih menakutkan dari Kapolri yang berpangkat Jenderal sekalipun.
Sekilas jalanan menjadi sebuah alternatif pembebasan bagi mereka dari belenggu kehidupan. Sekolah dan kehidupan normal ditinggalkan untuk menikmati alam kebebasan yang minim rambu-rambu larangan. Jalanan seakan fatamorgana yang sangat menjanjikan bagi pembebasan diri.
Ternyata bayangan indah tentang jalanan sangat bertolak belakang dengan realitas yang sebenarnya. Jalanan memiliki aturan hidup yang jauh lebih keras dibandingkan kehidupan di rumah.
· Apakah kamu tahu, mereka harus bangun jam berapa ? supaya mereka dapat kardus dan botol air mineral bekas yang banyak, biar tidak rebutan dengan yang lain.
· Apakah kamu tahu, kalau mereka pernah tidak makan nasi selama tiga hari ?
· Apakah kamu tahu, kalau mereka sampai sekarang tidak punya akte lahir ? katanya bikin Akte lahir sekarang ini “murah”nya udah tidak ketulungan.
· Apakah kamu tahu, kalau ayah mereka pernah berkelahi dengan petugas Tramtib hanya karena ingin mempertahankan gerobaknya ?
Mungkin bila kita melihat anak jalanan yang selalu ada dibenak kita adalah tubuhnya yang kotor menandakan betapa bersahabatnya dia dengan debu jalanan kota yang tiada dua. Memang semua itu benar tapi ada satu hal yang lebih berharga dibalik semua itu. Anak jalanan mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya ? tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk satu tujuan yaitu mencari uang untuk hidup satu hari, walaupun yang di dapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita ? kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punya saat ini.
Kadang aku berfikir, aku bisa hidup enak seperti sekarang, aku bisa tertawa tanpa penderitaan sedangkan mereka anak jalanan. Rasanya sedih melihat anak jalanan memegang gitar kecil, tanpa beralaskan kaki serta keringat yang membasahi tubuhnya. Mungkin bagiku nyanyiannya bukanlah sebuah lagu, namun lebih sebagai rintihan seorang anak jalanan yang tabah menghadapi keadaannya. Aku tidak menyalahkan mereka, aku tidak menyalahkan Pemerintah, dan tidak pula keluarga mereka atas apa yang membuat mereka seperti itu. Oh…apa yang bisa aku lakukan ? dalam hatiku aku tetap berdoa atas keselamatannya hingga semoga masa depannya dapat lebih baik dari sekarang yang mereka jalani.
“Sudah seharusnya kita bersyukur bisa hidup lebih baik, lebih nyaman dari mereka. Janganlah sombong dengan harta yang kita punya, kita juga harus membantu mereka yang sedang kesusahan”.
Terima kasih anak jalanan, kalian telah mengajariku sebuah nilai kebaikan.

Sabtu, 14 Januari 2012

Wajah lain Sang Waktu (Tia Setiani)

Bila ingin tahu harga satu tahun,

Bertanyalah pada siswa yang tidak naik kelas.

Bila ingin tahu harga satu bulan,

Bertanyalah pada Ibu yang bayinya lahir prematur.

Bila ingin tahu harga satu hari,

Bertanyalah pada pasien yang dinyatakn menderita tumor ganas.

Bila ingin tahu harga satu menit,

Bertanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta.

Bila ingin tahu harga satu detik,

Bertanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.

Tik tok tik tok, sebelum bom akan meledak ! Pusat perbelanjaan para pengunjung tersebut mendadak ramai oleh suara kepanikan para pengunjung disertai tangisan anak kecil. Aparat keamanan langsung mengamankan para pengunjung keluar dari pusat perbelanjaan. Penjinak bom terlatih di datangkan untuk mengatasi bom yang siap meledak. Penghitung waktu mundur yang terpasang di badan langsung menunjukan angka 02.16. Para penjinak bom langsung bekerja, dengan penuh konsentrasi memototng satu persatu kabel. Penghitung waktu mundur berjalan mendekati angka 00.32. peluh sebesar biji jagung mulai menghiasi wajah para penjinak bom, tinggal dua kabel berwarna merah cerah dan biru tua. Para penjinak bom harus secepatnya memotong salah satu kabel, tetapi mereka diliputi kebimbangan, kabel yang mana ? salah satu dari mereka akhirnya memotong kabel berwarna merah dengan resiko terbunuh pada detik terakhir. Tepat pada waktu penghitung mundur menunjukkan angka 00.01. Sedetik kemudian mereka terdiam sebelum akhirnya bersorak karena telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa termasuk diri mereka sendiri.

Waktumu, waktuku.

Sebagian besar dari kita pernah menemukan adegan diatas, entah membaca atau menonton film, disaat seperti itu, kita akan menyadari betapa pentingnya sesosok makhluk bernama waktu. Kegiatan apapun tidak terlempar dari sang waktu. Kita seolah-olah terikat erat dengannya. Ia yang membuat kita ada, ia pula yang akan perlahan-lahan mengambil usia kita. Waktu disadari atau tidak selalu mengambil bagian dalam setiap aktivitas kita.

Kadang terlintas di pikiran “andai waktu dapat diulang” setelah melakukan kesalahan, berharap ia kembali agar kita dapat memperbaikinya. Atau kita berharap “andai waktu berhenti saja” saat sedang melewati masa bahagia. Waktu membawa kita ke suasana yang beragam. Seolah-olah ia menggamit tangan kita dan mengajak berjalan-jalan. Ia membuat perubahan besar dalam diam, mengubah bola besar yang panas menjadi tempat yang bisa dihuni dengan nyaman oleh manusia.

Suatu waktu saya melihat bayi merah yang baru dilahirkan, saya bertanya-tanya berapa lama waktu yang diperlukannya hingga dapat menghidupi dirinya sendiri dan menghidupi dirinya sendiri ? 20 tahun, 30 tahun atau lebih ? tapi saat kembali melihat pipinya yang montok kemerahan, saya jadi tidak tega membayangkan dia akan mengalami kehidupan didunia yang tidak mudah, namun waktu memberi kesempatan berkali-kali pada kita untuk belajar menjadi dewasa dan mengenal dunia. Waktu yang memperkenalkan kita pada rasa penyesalan. Dengan uniknya, waktu hanya meletakkan rasa menyesal dibagian akhir. Tapi dengan menyesal, mekanisme otak kita akan mengingat rasa tidak nyaman tersebut agar tidak terulang.

Bagi manusia yang telah kehilangan semua harapan hidupnya. Waktu seolah pembunuh berdarah dingin, mereka membencinya karena mereka pikir waktulah yang mengambil semua hal berharga dalam hidup mereka. Hingga kadang-kadang mereka melawan waktu dengan cara meninggalkan waktu itu sendiri. Bunuh diri, hal yang sering dilakukan untuk meninggalkan semua penderitaan, karena dengan kematian waktu merasa berhenti.

Bersahabat dengan waktu

Menghargai waktu dengan jalan menggunakan kesempatan yang diberikan sebaik-baiknya adalah cara agar kita dan dia dapat berjalan seirama. Bosan yang sering hadir disaat-saat tertentu kadang cukup menyebalkan. Bosan dengan segala aktivitas yang monoton dan hidup yang datar sebenarnya termasuk mekanisme waktu agar kita merasakan ketidaknyamanan hingga rasa lain bermakna. Kenapa bosan dengan hari ini bila kita bahkan tidak bisa menjamin waktu yang akan kita miliki besok ? biarlah ia dengan caranya membawa kita kesedihan, kebahagiaan, cinta, marah dan benci. Karena Allah SWT, menciptakannnya bukan untuk menyengsarakan melainkan agar kita dapat terus belajar, terus berusaha menggunakan dia sebaik-baiknya mencari celahnya diantara hal yang paling jauh adalah kemarin, yang paling dekat adalah kematian, yang paling rahasia adalah besok, waktu yang menggenggamnnya.

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menaati kesabaran” (Q.S Al-Ashr:103/1-3)